Suku Banyak / Polinomial
Kembali bersama rumus matematika, jangan bosan-bosan ya…
semakin sering kita membaca ilmu maka akan semakin bertambah ilmu kita. Materi
kali ini mengenai polinomial atau sering disebut dengan suku banyak. Mengenai
apa itu suku banyak dan bagaiman bentuknya, mari kita simak pada penjelasan
dibawah ini.
Bentuk Umum
an xn + an – 1 xn – 1 +
an – 2 xn – 2 + … + … a2x2 +
a1x + a0
keterangan :
n = derajat suku banyak
a0 = konstanta
an, an – 1, an – 2, … = koefisien dari xn,
xn – 1, xn – 2, …
Pangkat merupakan bilangan cacah.
Pembagian Suku Banyak
Bentuk Umum
F(x) = P(x).H(x) + S(x)
dimana :
F(x) = suku banyak
P(x) = pembagi
H(x) = hasil bagi
S(x) = sisa
Teorema Sisa
Jika suatu suku banyak
F(x) dibagi oleh (x – k) maka sisanya adalah F(k)
Jika pembagi berderajat n maka sisanya
berderajat n – 1
Jika suku banyak berderajat m dan pembagi
berderajat n, maka hasil baginya berderajat m – n
Metode Pembagian Suku Banyak
contoh :
F(x) = 2x3 – 3x2 + x + 5 dibagi dengan P(x)
= 2x2 – x – 1
Sehingga hasil baginya:
H(X) = x – 1, sisanya S(x) = x + 4
2. Cara Horner/skema
cara ini dapat
digunakan untuk pembagi berderajat 1 atau pembagi yang dapat difaktorkan
menjadi pembagi-pembagi berderajat 1
Cara:
·
Tulis koefisiennya saja → harus runtut dari koefisien xn, xn
– 1, … hingga konstanta (jika ada variabel yang tidak ada, maka
koefisiennya ditulis 0)
Contoh: untuk 4x3 – 1, koefisien-koefisiennya adalah 4, 0,
0, dan -1 (untuk x3, x2, x, dan konstanta)
·
Jika koefisien derajat tertinggi P(x) ≠ 1, maka hasil baginya harus
dibagi dengan koefisien derajat tertinggi P(x)
·
Jika pembagi dapat difaktorkan, maka:
Jika pembagi dapat difaktorkan menjadi P1 dan P2,
maka S(x) = P1.S2 + S1
Jika pembagi dapat difaktorkan menjadi P1, P2, P3,
maka S(x) = P1.P2.S3 + P1.S2 +
S1
Jika pembagi dapat difaktorkan menjadi P1, P2, P3,
P4, maka S(x) = P1.P2.P3.S4 +
P1.P2.S3 + P1.S2 +
S1
dan seterusnya
Untuk soal di atas,
P(x) = 2x2 – x – 1 = (2x + 1)(x – 1)
P1: 2x + 1 = 0 → x = –½
P2: x – 1 = 0 → x = 1
H(x) = 1.x – 1 = x – 1
S(x) = P1.S2 + S1 = (2x + 1).1/2
+ 7/2 = x + ½ + 7/2 = x + 4
3. Koefisien Tak Tentu
F(x) = P(x).H(x) + S(x)
Untuk soal di atas,
karena F(x) berderajat 3 dan P(x) berderajat 2, maka
H(x) berderajat 3 – 2 =
1
S(x) berderajat 2 – 1 =
1
Jadi, misalkan H(x) = ax
+ b dan S(x) = cx + d
Maka:
2x3 – 3x2 + x + 5 = (2x2 –
x – 1).(ax + b) + (cx + d)
Ruas kanan:
= 2ax3 + 2bx2 – ax2 – bx –
ax – b + cx + d
= 2ax3 + (2b – a)x2 + (–b – a + c)x + (–b +
d)
Samakan koefisien ruas
kiri dan ruas kanan:
x3 → 2 = 2a → a = 2/2 = 1
x2 → –3 = 2b – a → 2b = –3 + a = –3 + 1 = –2 → b = –2/2 =
–1
x → 1 = –b – a + c → c =
1 + b + a = 1 – 1 + 1 → c = 1
Konstanta → 5 = –b + d →
d = 5 + b = 5 – 1 → d = 4
Jadi:
H(x) = ax + b = 1.x – 1
= x – 1
S(x) = cx + d = 1.x + 4
= x + 4
Tiap titik pada parabola berjarak sama terhadap F dan directrix
Garis L disebut directrix dan titik F disebut fokus.
Atribut-atribut yang dimiliki oleh suatu parabola :
Ciri-ciri suatu parabola :
- Tiap titik pada parabola berjarak sama terhadap titik fokus dan garis directrix.
- Persamaannya berbentuk persamaan kuadrat.
- Puncak berada di vertex.
- Jarak titik fokus - directrix = 2a.
Contoh-contoh parabola :
Parabola berbentuk y2 = 4ax dengan vertex di titik (0,0)
Parabola berbentuk x2 = 4ay dengan vertex di titik (0,0)
Bila suatu parabola diputar terhadap suatu sumbu yang melewati vertex maka akan terbentuk suatu permukaan yang disebut paraboloid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar